Sabtu, 03 Januari 2009

Syair gembala menggema Padang rumput

senja tersenyum begitu manis, hingga
gumaman syair gembala mulai berbisik
dan seruling anak penggembala menggoreskan ceritanya

nada - nada gembira menggema dipadang rumput gunung klawu
sembari melamun akan waktu yang akan berganti kenangan
pahit dilupakan, getir pula bila disimpan

impian yang diukir dipermukaan batu lumpang
menjadi saksi rayuan senja menggoda akan lamunan

syair gembala,

harapan bersama arak awan bergoyang mabuk daratan

indah nian, tak sanggup lepas seharian
jaga gembala - menari riang
disudut lembah yang terlupa
senja menghilang, bersama kata

juga menelan syair gembala - riuh bukan gerimis

9 comments:

ATCA mengatakan...

Wow kerennn...
maksih sudah mengunjungi blogku...
puisinya bagus2...sukses yahh
exchange link ok??

Chrishiella mengatakan...

mau tukeran link????confirm aku ya

mahen mengatakan...

wah...menyentuh juga tuh syair nya nih.....kerna di jaman yang mulai kacau ini rupanya masih banyak toh yang bisa bicara dengan hati

pakde mengatakan...

Salam kenal kembali mas sigit . . . Puisinya bagus . . .

boykesn mengatakan...

pagi...semakin rajin aja nih nulisnya..

boykesn mengatakan...

saya agak buntu...diterpa banyak hal..

RiP666 mengatakan...

gembalaku dimana kah engkau hihihi

indra putu achyar mengatakan...

weeew, aku dulu suka mengembala... hiks...
waaah jangan gitu dong, saya bukan orang sibuk, hehehehe.

agoest mengatakan...

puisinya menarik..asyik bro..

Poskan Komentar

Putra-Sigit.BLOGSPOT.COM

Silahkan ditukar