senja tersenyum begitu manis, hingga
gumaman syair gembala mulai berbisik
dan seruling anak penggembala menggoreskan ceritanya
nada - nada gembira menggema dipadang rumput gunung klawu
sembari melamun akan waktu yang akan berganti kenangan
pahit dilupakan, getir pula bila disimpan
impian yang diukir dipermukaan batu lumpang
menjadi saksi rayuan senja menggoda akan lamunan
syair gembala,
harapan bersama arak awan bergoyang mabuk daratan
indah nian, tak sanggup lepas seharian
jaga gembala - menari riang
disudut lembah yang terlupa
senja menghilang, bersama kata
juga menelan syair gembala - riuh bukan gerimis
Bloc Party Discography
1 jam yang lalu
















9 comments:
Wow kerennn...
maksih sudah mengunjungi blogku...
puisinya bagus2...sukses yahh
exchange link ok??
mau tukeran link????confirm aku ya
wah...menyentuh juga tuh syair nya nih.....kerna di jaman yang mulai kacau ini rupanya masih banyak toh yang bisa bicara dengan hati
Salam kenal kembali mas sigit . . . Puisinya bagus . . .
pagi...semakin rajin aja nih nulisnya..
saya agak buntu...diterpa banyak hal..
gembalaku dimana kah engkau hihihi
weeew, aku dulu suka mengembala... hiks...
waaah jangan gitu dong, saya bukan orang sibuk, hehehehe.
puisinya menarik..asyik bro..
Poskan Komentar