Rabu, 25 November 2009

Melukis bayang

7 comments
--

pada papan kayu
bayang rembulan menangis
langit mendung
dan memuntahkan gumpalan darah
manusia bergembira
langitnya terluka

hanya bayang terlukis
dengan darah juga airmata
mungkin sejuta cipta
menjadi bayangan

0

hancur dan membusuk

5 comments
-

Terlunta lunta
negeri ini aku tak ingin
membanjiri dengan muntahan darah
amis, dan aku menjadi pelaku pembunuhan
para pengemis receh

berjuta juta suara kurekam
semua wujud rasa sakit
seperti aku membusuk
debu-debu tak bersuara
pita suaranya hancur
dituntut
sepi menusuk jantung
tak berdetak melampaui masa

aku merekam kembali
tubuh busukku
menjadi senyawa
menyebar pada urat angin
menyesatkan mata keadilan
belatung siap berpesta ria
mengerogoti organ busukku


!

Batu

1 comments
-

aku batu
keras
hati beku
mati

sesudah anjing liar
menjilati tubuhku
aku batu
bukan angin
maka berseru
kepada padang gersang
keras
panas, hujan, kemarau, banjir
siapa bersembunyi


( = )

Minggu, 22 November 2009

Cinta datang dan pergi

8 comments
-

Dan kita merapat di antara hati yang suci
merasakan nuansa indah gemericik air mengalir
walau terkadang kita merasa ada kerapuhan yang kita buat sendiri
lalu menyalahkan rasa yang tak pernah kita inginkan
kenapa harus membenci dan melukai
cinta yang datang karena ia indah
dan pergi karena kita merasa terluka.



makasih banyak kepada bunda Newsoul, Pak Seti@wan Dirgant@Ra dan sobat Avior Clef atas oleh - oleh yang diberikan kepada saya.
Newsoul




Seti@wan Dirgant@Ra



Avior Clef

Rabu, 18 November 2009

Kau robohkan asa dan kehidupan

22 comments
+

Bukan saja lapaklapak dan gubuk liar yang kau robohkan
tetapi juga senyum mereka yang indah
merekah di setiap jengkal mata memandang
asa yang mereka bangun, menjadi padang pasir yang kering
di mana langkah ini selalu melewati pada basah keringatnya

menelusuri cinta terpendam
menggali lubang pada dinding hitam kelam

harap kami tulus, tanpa noda dan penghianatan
tapi kini hanya puingpuing tak tertata yang kami saksikan

bagai cahaya lampu minyak yang redup tertiup angin, bertahan
-mengucurkan air mata untuk keheningan



NgentakMangir, Nov 09
Putra-Sigit.BLOGSPOT.COM

Silahkan ditukar